8 Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan 2, Simak di Sini!

Berbicara mengenai penyakit diabetes tidak sesederhana yang dipikirkan. Menurut tinjauan para dokter ahli, penyakit diabetes dibagi menjadi 4 jenis, yaitu diabetes tipe 1, tipe 2, tipe 3, dan gestasional (diabetes pada ibu hamil). Namun, dari keempat jenis diabetes tersebut, ada dua tipe yang sering diderita masyarakat dunia, yaitu diabetes tipe 1 dan 2. Lantas, tahukah Anda perbedaan diabetes tipe 1 dan 2?

Mengetahui perbedaan diabetes tipe 1 dan 2 sejak dini sangat diperlukan dalam menentukan langkah yang tepat untuk mencegah penyakit tersebut. Agar Anda lebih memahami perbedaan di antara kedua jenis diabetes tersebut. Mari perhatikan ulasan berikut ini. 

Perbedaan Diabetes Melitus Tipe 1 dan 2

Menurut dr. Evie Rosa, Sp. PD, seorang dokter internis dari Rumah Sakit Mitra Keluarga Cibubur, ada delapan perbedaan antara diabetes tipe 1 dan 2 yang perlu diketahui. Berikut perbedaan selengkapnya.

1. Faktor penyebab

Perbedaan diabetes tipe 1 dan 2 yang pertama, yang perlu Anda ketahui dari kedua jenis diabetes tersebut adalah faktor penyebabnya. Diabetes tipe 1 bisa terjadi, karena adanya kelainan fungsi pada organ pankreas yang tidak dapat menyerap glukosa dalam darah. Hal tersebut terjadi karena meningkatnya kadar glukosa dalam tubuh yang terlalu berlebihan. 

Kondisi tersebut membuat organ pankreas tidak bisa memproduksi jumlah hormon insulin. Akibatnya, untuk memenuhi kebutuhan asupan hormon insulin yang sesuai, harus dilakukan suplai insulin dari luar (injeksi insulin). Berikut beberapa faktor yang menyebabkan seseorang terkena diabetes tipe 1.

  • Faktor keturunan
  • Sedang mengalami hemokromatosis atau fibrosis kistik
  • Terkena virus rubella

Sedangkan pada penderita diabetes tipe 2, organ pankreas masih bisa memproduksi insulin. Namun, masalahnya sel-sel dalam tubuh tidak dapat merespons insulin dengan baik. Kondisi tersebut lama-kelamaan menyebabkan penurunan fungsi produksi insulin pada organ pankreas. Akibatnya, penurunan hormon insulin dalam tubuh tidak dapat memecah glukosa dalam darah sehingga menyebabkan peningkatan kadar gula darah yang berlebihan. 

Berikut beberapa faktor utama penyebab seseorang terkena diabetes tipe 2. 

  • Memiliki kebiasaan buruk seperti mengonsumsi makanan dan minuman cepat saji yang tinggi akan lemak jenuh, tinggi gula, tinggi natrium, dan beralkohol
  • Memiliki kebiasaan merokok
  • Malas beolahraga
  • Faktor keturunan
  • Menggunakan obat-obatan tertentu seperti obat HIV, dan obat pencegah kejang

Baca Juga : Minuman Untuk Diabetes yang Aman Dikonsumsi, Ada yang Manis!

2. Tanda dan gejala

Perbedaan diabetes tipe 1 dan 2 selanjutnya, Anda bisa melihatnya dari waktu munculnya tanda dan gejala, meski kedua jenis diabetes ini memiliki tanda dan gejala yang serupa. Tanda dan gejala pada penderita diabetes 1 dapat terjadi sewaktu-waktu ketika kadar glukosa dalam darah meningkat. Sedangkan pada penderita diabetes tipe 2, tanda dan gejala akan muncul secara perlahan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Namun, apabila kadar glukosa dari kedua jenis diabetes tersebut sama-sama terlalu tinggi, maka akan muncul tanda dan gejala sebagai berikut. 

  • Meningkatnya frekuensi buang air kecil di malam hari
  • Mudah merasa lapar dan haus
  • Mudah terkena penyakit sariawan
  • Memicu bau tak sedap pada mulut
  • Menurunkan fungsi penglihatan sehingga pandangan mudah kabur
  • Berat badan menurun secara signifikan
  • Tubuh mudah merasa lelah
  • Jika terjadi luka atau infeksi, susah untuk disembuhkan

3. Faktor risiko

Perbedaan ketiga, bisa Anda lihat dari faktor risiko. Diabetes tipe 1 kerap kali menyerang anak-anak dan usia remaja. Hal tersebut dapat terjadi karena diabetes tipe 1 termasuk penyakit imun kronis yang terjadi akibat pola hidup kurang sehat. Sedangkan diabetes tipe 2, terjadi akibat faktor genetis, gaya hidup kurang sehat, obesitas, dan faktor degeneratif.

4. Cara diagnosis

Perbedaan diabetes tipe 1 dan 2 dapat dilihat dari cara dokter mendiagnosis penyakit tersebut, meski perbedaannya tidak terlalu jauh. Baik penderita diabetes tipe 1 dan 2, dokter akan menyarankan para penderita penyakit diabetes untuk melakukan serangkaian tes monitor gula darah. Berikut tes yang harus Anda lakukan.

  • Tes HbA1c : tes untuk mengetahui kadar gula darah berdasarkan kondisi gula darah pada dua hingga tiga bulan terakhir. Untuk melakukan tes tersebut biasanya tenaga medis akan mengambil sampel darah penderita diabetes.
  • Tes FPG (Fasting Plasma Glucose) : tes pengukuran kadar gula darah yang dilakukan sebelum pasien dianjurkan puasa selama delapan jam.
  • TTOG (Tes Toleransi Oral Glukosa) : tes pengukuran kadar gula darah, dua jam sebelum dan sesudah makan.
  • Tes glukosa plasma acak: tes pengukuran kadar gula darah yang dilakukan kapan saja, dan sewaktu-waktu tanpa harus berpuasa.

Setelah melakukan beberapa tes tersebut, dokter baru dapat menentukan seseorang mengidap diabetes tipe 1 atau 2. Biasanya dokter akan menanyakan tanda dan gejala yang dialami pasien. 

5. Cara Mengobatinya

Perbedaan kelima, bisa Anda lihat dari cara mengobatinya. Hingga saat ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan penyakit diabetes tipe 1. Namun, hanya bisa mengontrol kadar glukosa yang tinggi dengan cara menyuntikkan insulin. Sedangkan diabetes tipe 2, untuk menstabilkan kadar glukosa dalam darah yang berlebih, cukup dengan mengubah pola hidup lebih sehat.

6. Cara Mencegahnya

Perbedaan diabetes tipe 1 dan 2 berikutnya, bisa dilihat dari cara pencegahannya. Untuk penderita diabetes 1 dan tipe 2, Anda diwajibkan untuk membatasi asupan gula yang berlebihan, rajin berolahraga, dan mengonsumsi makanan dan minuman bergizi seimbang dan tinggi serat. Namun, pada penderita diabetes tipe 1, untuk menstabilkan kadar gula darah perlu untuk menyuntikkan insulin. Sedangkan pada penderita diabetes tipe 2 tidak perlu insulin, namun bisa mengkonsumsi obat seperti metformin.

7. Cara Diet

Cara diet penderita diabetes tipe 1 dan 2 berbeda. Pada diabetes tipe 1 diharuskan berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter mengenai dosis insulin, dan asupan karbohidrat yang tepat. Sedangkan pada penderita tipe 2, Anda bisa mengonsumsi makanan sehat yang kaya akan nutrisi dan tinggi serat.

8. Pemeriksaan

Perbedaan diabetes tipe 1 dan 2 yang terakhir, bisa dilihat dari lama waktu kunjungan pemeriksaan, meski sama-sama diharuskan melakukan pemeriksaan reguler setiap tahunnya. Penderita diabetes tipe 2 dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan lebih intensif, minimal tiga atau enam bulan sekali. 

Baca Juga : Ciri-Ciri Penyakit Diabetes dan Pencegahannya

Cara Mencegah Diabetes Tipe 1 dan 2 Sejak Dini

Agar diri Anda terhindar dari diabetes tipe 1 dan 2, Anda bisa menerapkan gaya hidup sehat sejak dini. Anda bisa berolahraga secara rutin, mengonsumsi makanan sehat, dan menghentikan kebiasaan mengonsumsi alkohol dan merokok. Selain itu, Anda perlu mengganti gula Anda dengan Thermolyte Sweetener, sebagai alternatif pemanis terbaik untuk penderita diabetes.

Thermolyte Sweetener merupakan pengganti gula tanpa kalori sama sekali, seperti sorbitol, maltodextrin, dan sukralosa. Hal tersebut dapat menstabilkan gula darah yang tinggi menjadi normal, sehingga memperpanjang usia penderita diabetes. Meski tidak memiliki kalori, kandungan sukralosa memberikan rasa manis 600x lipat dari gula biasa sehingga memanjakan setiap orang yang mengkonsumsinya. 

Untuk penggunaan pemanis ini, Anda perlu mengetahui cara penyajian yang tepat. Untuk menyajikan minuman seperti teh, jus, atau kopi. Anda cukup menambahkan 1 sachet Thermolyte Sweetener ke dalam 250 ml air, karena 1 sachet pemanis ini setara dengan 15 gram (3,5 sendok teh) gula. Sedangkan untuk pembuatan makanan penutup seperti puding, dan kue kering, Anda cukup menambahkan 7 sachet pemanis ini sebagai pengganti 100 gram gula pasir.

Yuk, segera beralih ke Thermolyte Sweetener sekarang juga, agar Anda terbebas dari penyakit diabetes sejak dini. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×