Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil: Bahaya & Pencegahannya

Diabetes pada ibu hamil ternyata berbahaya jika tidak ditangani dengan benar. Apalagi kehamilan merupakan masa yang paling ditunggu oleh seorang ibu, apalagi jika belum pernah melahirkan. Oleh karena itu, mengetahui seluk beluk kesehatan pada masa kehamilan sangat diperlukan.

Hal tersebut sangat berpengaruh pada kesehatan janin yang dikandung. Pada masa kehamilan, hormon dalam tubuh akan mengalami perubahan, misalnya peningkatan hormon estrogen secara drastis. 

Perubahan hormon tersebut, terkadang menimbulkan beberapa kondisi medis tertentu, seperti diabetes pada ibu hamil. Kondisi medis tersebut sering disebut juga sebagai diabetes gestasional. Apabila kondisi ini dibiarkan dapat berpotensi membahayakan kesehatan ibu dan bayi. Untuk menghindari bahaya tersebut, yuk ketahui cara mengatasi diabetes gestasional yang tepat seperti berikut. 

Mengenal Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil

Bicara mengenai penyakit gula, mungkin identik dengan gangguan autoimun, atau dampak buruk dari obesitas dan pola hidup yang kurang sehat. Namun, jika ditinjau dari segi medis, jenis diabetes terdapat 4. Salah satunya diabetes gestasional atau yang lebih dikenal diabetes pada masa kehamilan.

Diabetes ini hampir terjadi pada semua ibu yang sedang hamil. Namun, diabetes ini tidaklah berlangsung lama, karena akan hilang dengan sendirinya setelah proses persalinan. Meski begitu, diabetes jenis ini dapat berpotensi menyebabkan diabetes tipe 2 di kemudian hari jika tidak menjaga pola hidup sehat. 

Bahaya dan Dampak Diabetes pada Ibu Hamil

Meski penyakit diabetes gestasional merupakan kondisi yang umum terjadi saat hamil. Anda juga harus mewaspadai kondisi tersebut. Sebab, menurut dr. Pittara, diabetes gestasional dapat membahayakan kesehatan ibu dan bayi. 

1. Bahaya pada Ibu

Berikut bahaya yang ditimbulkan pada ibu hamil ketika sedang mengidap diabetes gestasional.

  • Berpotensi besar menyebabkan persalinan caesar
  • Berpotensi besar menyebabkan preeklampsia 
  • Berpotensi besar menyebabkan risiko terkena diabetes tipe 2 setelah masa kehamilan.
  • Berpotensi besar menyebabkan risiko terkena diabetes gestasional pada kehamilan selanjutnya.

2. Bahaya pada Bayi

Berikut bahaya diabetes gestasional terhadap kesehatan bayi.

  • Berpotensi besar menyebabkan kelahiran secara prematur.
  • Bayi yang lahir memiliki berat badan yang berlebihan.
  • Berpotensi menyebabkan bayi mengalami penyakit jaundice atau penyakit kuning.
  • Berpotensi membunuh janin di dalam kandungan.
  • Berpotensi menyebabkan kematian pada bayi setelah proses kelahiran.
  • Menyebabkan gangguan pernapasan pada bayi.
  • Berpotensi besar menyebabkan hipoglikemia (gula darah rendah) di kemudian hari (apabila sudah tumbuh dewasa).
  • Berpotensi menyebabkan bayi memiliki riwayat penyakit diabetes tipe 2 di kemudian hari (apabila sudah tumbuh dewasa).

Baca Juga : Inilah Bahaya Diabetes yang Wajib Diwaspadai Sejak Dini

Penyebab Diabetes Gestasional

Menurut dr. Pittara dari Alodokter, diabetes gestasional atau diabetes pada ibu hamil terjadi akibat meningkatnya hormon estrogen, hormon pertumbuhan (growth hormone), human placental lactogen (HPL), serta kortisol secara berlebihan. Peningkatan kadar hormon tersebut, membuat sel-sel tubuh kesulitan untuk memproses kadar gula dalam darah. Akibatnya jumlah gula dalam darah lebih banyak daripada insulin yang diproduksi oleh organ pankreas. Kondisi ini sering disebut dengan istilah resistensi insulin dan memicu terkena diabetes pada masa kehamilan. 

Selain itu, ada beberapa faktor lain yang menyebabkan ibu hamil terkena diabetes gestasional. Berikut penyebab selengkapnya.

  • Obesitas (berat badan berlebih)
  • Usia 25 tahun ke atas
  • Kadar gula dalam darah terlalu tinggi
  • Memiliki riwayat penyakit hipertensi
  • Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit diabetes
  • Memiliki riwayat penyakit diabetes gestasional pada masa kehamilan sebelumnya
  • Memiliki riwayat pernah melahirkan bayi dengan berat badan melebihi 4,5 kilogram pada kehamilan sebelumnya
  • Pernah mengalami keguguran, atau janin mati di dalam kandungan
  • Mengidap PCOS (Polycystic Ovary Syndrome)

Tanda dan Gejala Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil

Berikut tanda dan gejala yang kerap kali muncul pada ibu hamil yang mengalami diabetes gestasional, antara lain :

  • Mudah merasa kelelahan
  • Mudah merasa haus
  • Sering buang air kecil
  • Fungsi penglihatan menurun, sehingga membuat pandangan mata buram
  • Mulut terasa kering

Baca Juga : Berapa Kadar Gula Darah Normal Menurut Usia? Ini Lengkapnya!

Terapi dan Cara Mengatasi Diabetes Gestasional

Menurut dr. Pittara, ada beberapa cara dan terapi yang bisa Anda praktekkan untuk mencegah risiko diabetes gestasional pada ibu hamil antara lain :

1. Rajin berolahraga

Terapi dan Cara Mengatasi Diabetes Gestasional

Berolahraga secara rutin sebelum masa kehamilan juga dapat menurunkan risiko terkena penyakit diabetes gestasional. Apalagi jika kebiasaan tersebut berlangsung juga selama masa kehamilan. Namun, jika Anda sedang hamil, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter mengenai olahraga yang tepat untuk penderita diabetes gestasional. Dengan berolahraga maka metabolisme tubuh akan meningkat, sehingga kadar gula darah tinggi menjadi stabil.

2. Mengkonsumsi Thermolyte sebagai pengganti gula

Mengkonsumsi Thermolyte sebagai pengganti gula

Selain berolahraga, Anda juga perlu menghindari pemakaian gula sebagai pemanis. Seperti diketahui gula dapat meningkatkan kadar gula dalam darah secara drastis sehingga memicu penyakit diabetes gestasional. Anda bisa mengganti gula dengan Thermolyte Sweetener sebagai pemanis terbaik untuk mencegah diabetes.

Thermolyte Sweetener ini, terbuat dari bahan-bahan alami seperti sorbitol, maltodextrin, dan sukralosa yang tidak memiliki kalori sama sekali. Meski tidak mengandung kalori sama sekali, Anda tidak perlu cemas dengan rasa yang diberikan Thermolyte Sweetener. Pemanis pengganti gula tanpa kalori ini, memiliki kandungan sukralosa yang sangat terkenal di dunia. 

Sukralosa merupakan pemanis terbaik di dunia saat ini karena rasanya begitu manis dan 600x lebih manis dibandingkan gula. Rasanya yang menghibur lidah para penderita diabetes inilah, yang membuat sukralosa dinobatkan sebagai gula terbaik jaman now oleh generasi milenial. 

Oleh karena itu, kandungan tersebut digunakan sebagai salah satu bahan utama dalam pembuatan Thermolyte Sweetener. Kandungan-kandungan tersebut dapat memberikan beberapa manfaat bagi kesehatan seperti berikut.

  • Tidak meningkatkan kadar gula dalam darah karena kandungan sukralosa, dan lainnya tidak terserap oleh tubuh sehingga aman dikonsumsi oleh ibu hamil, dan penderita diabetes lainnya.
  • Mengurangi stres dan depresi pada penderita diabetes, karena para penderita diabetes masih dapat merasakan manisnya gula tanpa khawatir gula darah meningkat.
  • Tidak memberatkan kinerja pankreas dalam memproduksi insulin karena kadar gula dalam darah cenderung stabil.
  • Meningkatkan semangat dan kualitas hidup penderita diabetes karena tidak banyak pantangan.

Untuk penyajiannya, Thermolyte Sweetener memiliki beberapa cara penyajian.

  • Untuk menyajikan minuman seperti jus, kopi, atau teh, Anda bisa menambahkan 1 sachet Thermolyte Sweetener ke dalam 250 ml minuman tersebut. 1 sachet pemanis ini setara dengan 15 gram gula pasir (3,5 sendok teh gula).
  • Untuk menyajikan makanan seperti opor, gulai, dan sayur kuah bening, Anda bisa menambahkan 1 sachet Thermolyte Sweetener. 
  • Sedangkan untuk pembuatan kue kering, dan puding, Anda bisa menambahkan 7 sachet Thermolyte Sweetener untuk pengganti 100 gram gula. 

3. Mengubah pola makan menjadi lebih sehat

Untuk mencegah diabetes gestasional, perlu mengubah pola makan yang kurang sehat menjadi lebih sehat. Anda cukup menghentikan kebiasaan mengkonsumsi makanan dan minuman cepat saji yang tinggi gula, garam (natrium), beralkohol, dan lainnya.

Selain itu, juga perlu mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang, dan berserat tinggi seperti biji-bijian, kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayur-sayuran. Anda bisa mengkonsumsi makanan 4-6 kali sehari dengan porsi kecil. Atau bisa juga makan dengan porsi normal dengan jadwal yang teratur. 

Baca Juga : 9 Pantangan Makanan Untuk Penderita Diabetes, Yuk Kenali!

4. Mengontrol kadar gula darah secara rutin

Mengontrol kadar gula darah secara rutin

Untuk mencegah risiko terkena diabetes gestasional, Anda bisa melakukan pemeriksaan gula darah secara rutin. Anda bisa melakukan tes toleransi glukosa oral (TTGO) ketika usia kehamilan memasuki 24-28 minggu. 

5. Melakukan terapi medis

Jika berolahraga dan mengkonsumsi makanan sehat tidak mengubah kadar gula darah yang terlalu tinggi. Maka Anda bisa meminta dokter untuk meresepkan obat penurun kadar gula seperti metformin, atau insulin.

Demikian cara yang bisa Anda praktekkan untuk mencegah diabetes gestasional. Yuk segera ubah pola hidup Anda lebih sehat lagi, serta jangan lupa konsumsi Thermolyte Sweetener sekarang juga agar kesehatan janin dan Anda selalu terjaga. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×