Prediabetes: Penyebab, Gejala & Cara Agar Sembuh Total

Prediabetes adalah kondisi dimana kadar gula darah mengalami peningkatan yang melebihi ambang batas normal. Meski kadar gula darah melebihi ambang batas, namun kadar tersebut di bawah ambang batas penentuan diabetes. Agar Anda tidak bingung, yuk perhatikan ulasan berikut ini. 

Diabetes merupakan penyakit dengan jumlah penderita terbanyak di dunia. Penyakit ini terjadi dikarenakan kadar gula darah dalam tubuh melebihi ambang batas normal. Kadar gula darah yang berlebih tidak langsung membuat seseorang di vonis terkena diabetes. Namun, kondisi tersebut sering disebut dengan istilah prediabetes.

Apa itu Prediabetes?

Menurut tinjauan dari dr. Jimmy Tandradynata, Sp. PD, seorang dokter penyakit dalam dari Hello Sehat, seseorang mengalami prediabetes apabila kadar gula puasanya melebihi ambang batas normal atau melebihi 100 mg/dL. Meski nilainya lebih dari ambang batas normal, namun nilai kadar gula tersebut belum mencapai standar kadar gula puasa pada penderita diabetes, yakni 126 mg/dL. 

Apabila kondisi tersebut terjadi pada diri Anda, maka hal tersebut merupakan tanda bahwa organ pankreas, dan produksi insulin dalam tubuh Anda bermasalah. Oleh karena itu, Anda harus segera mengobatinya sebelum kondisi ini berlanjut menjadi penyakit diabetes.

Beberapa Penyebab Prediabetes

Menurut dr. Jimmy, ada beberapa penyebab seseorang mengalami kondisi prediabetes. Berikut penyebab selengkapnya. 

1. Faktor usia

Kasus prediabetes biasanya kerap terjadi pada seseorang yang usianya mencapai 40 tahunan ke atas.

2. Faktor ras

Meski belum diketahui secara pasti alasannya, seseorang yang memiliki ras Asia-Amerika, Hispanik, Afrika-Amerika, dan beberapa kepulauan di sekitar samudra Pasifik lebih berpotensi mengalami kondisi prediabetes.

3. Faktor keturunan

Seseorang yang memiliki anggota keluarga yang mengidap diabetes tipe 2, atau prediabetes, sangat berpeluang besar mengalami kondisi yang serupa di kemudian hari. 

4. Lingkar pinggang dan berat badan

Seseorang yang memiliki lingkar pinggang yang melebihi 4 jengkal, atau memiliki berat badan berlebih berpotensi besar mengalami kondisi prediabetes. Seperti diketahui obesitas merupakan faktor penyebab terkena berbagai penyakit.

5. Faktor pola hidup kurang sehat

Pola hidup kurang sehat, seperti mengonsumsi makanan dan minuman yang tinggi gula, natrium, dan lemak jenuh. Disertai dengan kebiasaan malas berolahraga, merokok, dan mengkonsumsi alkohol dapat menyebabkan seseorang terkena prediabetes dan diabetes. Hal tersebut terjadi, karena kebiasaan tersebut memicu peningkatan gula darah secara mendadak dan drastis.

6. Faktor stres

Seseorang yang sedang mengalami stres dalam kondisi berat, Anda memicu terkena prediabetes, dan masalah kesehatan lainnya seperti penyakit jantung. 

7. Sedang mengalami diabetes gestasional

Prediabetes juga dapat terjadi pada ibu yang mengalami diabetes gestasional serta bayi yang dikandungnya di kemudian hari.

8. Mengidap PCOS (sindrom ovarium polikistik)

Seseorang yang mengidap PCOS, juga dapat berpotensi besar mengalami prediabetes. Kondisi tersebut terjadi karena terganggunya siklus menstruasi, dan meningkatnya hormon pertumbuhan secara signifikan sehingga menyebabkan berat badan meningkat secara drastis. 

9. Buruknya kualitas tidur

Buruknya kualitas tidur yang diakibatkan sleep apnea, juga dapat memicu terkena prediabetes. Kondisi ini kerap terjadi pada seseorang yang bekerja di malam hari atau shift malam. 

Baca Juga : Ciri-Ciri Penyakit Diabetes dan Pencegahannya

Gejala Prediabetes

Menurut dr. Jimmy, gejala prediabetes pada umumnya, ditandai dengan kondisi kulit yang menjadi gelap, terutama di bagian buku-buku jari, lutut, siku, ketiak, dan bagian leher. Jika kondisi tersebut tidak segera ditangani, maka kondisi prediabetes dapat berganti status menjadi diabetes. Dan memungkinkan timbul beberapa gejala lain seperti berikut.

  • Frekuensi buang air kecil meningkat
  • Sering merasa lapar dan haus padahal jumlah asupan kalori yang dikonsumsi terpenuhi
  • Tubuh sering merasa lelah
  • Penglihatan menjadi buram 

Tanda Prediabetes Telah Normal dan Sembuh

Menurut dr. Jimmy, prediabetes dapat dikatakan sembuh, apabila kadar gula darah selalu dalam kondisi stabil dalam jangka waktu yang cukup panjang. Kadar gula puasa tidak melebihi 100 mg/dL. Tubuh menjadi lebih bugar, frekuensi buang air kecil kembali normal, dan tidak mudah merasa haus dan lapar. 

Baca Juga : Inilah 4 Jenis dan Tipe Diabetes yang Wajib Dipahami

Cara Mengobati Prediabetes Agar Sembuh Total 

Berikut beberapa cara yang bisa Anda praktikan untuk mengobati prediabetes agar sembuh total, menurut dr. Jimmy. 

1. Menjaga berat badan agar tetap ideal

Berat badan berlebih atau obesitas merupakan faktor utama seseorang terkena berbagai penyakit, termasuk penyakit diabetes. Agar Anda tidak mengalami prediabetes, sebaiknya Anda selalu menjaga berat badan Anda agar selalu ideal. Anda bisa melakukan diet sehat sesuai anjuran dokter, membatasi asupan kalori yang berlebihan terutama asupan gula, dan lemak jenuh. 

2. Olahraga secara rutin

Selain membatasi asupan kalori yang berlebihan, Anda juga perlu berolahraga secara rutin. Seperti diketahui olahraga dapat meningkatkan metabolisme dalam tubuh, dan melancarkan sirkulasi darah dalam tubuh. Kondisi tersebut dapat membuat kadar gula yang berlebih menjadi stabil. Olahraga secara rutin, juga akan merangsang produksi insulin dalam tubuh lebih banyak lagi.

3. Konsumsi pengganti gula Thermolyte Sweetener

Selain kedua cara tersebut, Anda juga perlu menghentikan pemakaian gula sebagai pemanis. Anda harus segera menggunakan pengganti gula yang aman untuk penderita diabetes seperti Thermolyte Sweetener. Pemanis ini merupakan pemanis terbaik dalam menunjang keberhasilan pengobatan diabetes. Pemanis ini memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan seperti berikut.

  • Dapat digunakan sebagai pengganti gula.
  • Tidak menimbulkan reaksi peningkatan kadar gula darah sesaat setelah mengkonsumsi Thermolyte Sweetener. Karena seluruh kandungan bahannya tidak mengandung kalori.
  • Tidak membebani fungsi pankreas dalam memproduksi insulin, karena tidak menyebabkan kadar gula darah meningkat.
  • Menstabilkan kadar gula darah yang berlebih menjadi normal kembali, karena tidak menambah kalori sama sekali.
  • Memberikan rasa manis layaknya mengonsumsi gula, tanpa takut kadar gula meningkat.
  • Menurunkan risiko stres dan depresi pada penderita diabetes, karena penderita diabetes dapat merasakan manisnya gula.

Manisnya Thermolyte Sweetener ini, berasal dari kandungan pemanis alami sukralosa. Pemanis ini terbukti lebih manis dari gula, bahkan kemanisannya mencapai 600x lipat dari gula pasir. Selain itu, Thermolyte Sweetener memiliki kandungan pemanis alami sorbitol yang baik untuk kesehatan mulut dan gigi, serta memberikan sensasi dingin. Sedangkan kandungan maltodextrin di dalam Thermolyte Sweetener, membuat pemanis ini mudah larut dalam air. 

Untuk penggunaan Thermolyte Sweetener yang benar. Anda perlu memperhatikan cara penyajiannya seperti berikut.

  • Gunakan 1 sachet Thermolyte Sweetener, pada 250 ml air atau minuman seperti kopi, teh, atau jus. Hindari penggunaan gula melebihi takaran yang sudah dianjurkan, karena pemanis ini mengandung sukralosa. Setiap 1 sachet pemanis ini setara dengan 3,5 sendok teh atau 15 gram gula pasir.
  • Gunakan 7 sachet Thermolyte Sweetener, sebagai pengganti 100 gram gula, jika hendak membuat makanan penutup seperti puding, jeli, dan kue kering.

4. Mengonsumsi makanan sehat

Mengonsumsi makanan sehat yang kaya akan nutrisi dan serat seperti biji-bijian, kacang-kacangan, sayur-sayuran, dan buah-buahan, dapat meningkatkan imunitas tubuh sehingga mencegah terkena prediabetes, dan diabetes. 

5. Menghentikan kebiasaan mengonsumsi alkohol dan rokok

Menghentikan kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol dapat menurunkan risiko terkena beragam penyakit, termasuk diabetes.

6. Mengonsumsi obat-obatan penurun gula darah

Mengonsumsi obat-obatan penurun gula darah sesuai resep dokter seperti glucophage atau metformin dapat menstabilkan gula darah yang tinggi secara cepat. 

Begitulah cara-cara yang bisa Anda praktikkan, mengobati prediabetes tidak sesulit yang Anda pikirkan, bukan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×